Cintapada Berdaya

Siklus Akuntansi Pendidikan

Siklus Akuntansi Pendidikan

Intinya, jika orang tidak memahami siklus akuntansi, mereka tidak dapat memahami orang yang menulis laporan keuangan. Kenapa begitu? Akuntansi »pada dasarnya adalah proses pengolahan informasi yang menghasilkan informasi akuntansi, salah satu bentuk output adalah laporan keuangan.

Memahami siklus akuntansi pendidikan

Laporan keuangan ini adalah hasil akhir dari proses akuntansi, kegiatan pengumpulan dan pengolahan data keuangan, dalam bentuk laporan keuangan atau abstrak lain yang dapat digunakan untuk membantu pengguna dalam membuat atau membuat keputusan. Dalam penyusunan laporan keuangan yang dapat dihitung dan diterima secara umum »Prinsip-prinsip akuntansi, prosedur, metode dan teknik yang dicakup oleh prinsip-prinsip akuntansi disebut siklus akuntansi.
Memahami siklus akuntansi adalah proses penyediaan laporan keuangan organisasi untuk jangka waktu tertentu. Siklus akuntansi dapat dibagi ke dalam periode, yaitu, transaksi log dan transfer ke buku besar dan penyusunan laporan keuangan pada akhir periode. Pekerjaan yang dilakukan pada akhir periode juga termasuk menyiapkan akun untuk mencatat transaksi untuk periode berikutnya.
Jumlah langkah yang harus diambil pada akhir periode ini berarti sebagian besar pekerjaan dilakukan pada akhir tahun, tetapi lebih banyak waktu diperlukan untuk pencatatan dan transmisi dalam periode saat ini daripada di akhir periode.

Proses proses siklus akuntansi pendidikan

Sebagaimana disebutkan di atas, siklus akuntansi adalah contoh dari serangkaian prosedur yang didefinisikan dalam periode waktu »dari kegiatan akuntansi pertama dari catatan akuntansi yang disiapkan oleh laporan keuangan, dan seluruh buku ditutup, merekam persiapan Senna berikutnya untuk transaksi.

Tahapan siklus akuntansi pendidikan

Siklus akuntansi dapat dibagi menjadi tiga fase: yaitu;
1. Tahap pencatatan, kegiatan untuk mengidentifikasi dan mengukur bukti transaksi dan merekam bukti. Catat bukti transaksi untuk aktivitas di buku harian atau buku harian. Transfer (terbitkan) jurnal Anda sendiri berdasarkan grup atau masukkan akun buku besar.
2. Tahap pengikhtisaran, siapkan neraca (neraca saldo) berdasarkan akun buku besar. Sesuaikan entri. Siapkan lembar kerja (lembar kerja) atau keseimbangan jalur). Tutup entri jurnal.
3. Tahap Pelaporan, laporan laba Oefrsit. Laporan arus kas. Neraca. Catatan atas laporan keuangan.

Ini adalah pemahaman tentang siklus akuntansi pendidikan, proses siklus akuntansi pendidikan, dan tahap siklus akuntansi pendidikan.

Keyword :
Akuntansi Pendidikan Siklus Akuntansi Pendidikan Siklus Akuntansi Pendidikan Siklus Akuntansi Pendidikan Siklus Akuntansi Pendidikan Siklus Akuntansi Pendidikan Siklus Akuntansi Pendidikan Siklus Akuntansi Pendidikan Siklus Akuntansi Pendidikan Siklus Akuntansi Pendidikan Siklus Akuntansi Pendidikan Siklus Akuntansi Pendidikan Siklus Akuntansi Pendidikan Siklus Akuntansi Pendidikan Siklus Akuntansi Pendidikan Siklus Akuntansi Pendidikan Siklus Akuntansi PendidikanSiklus Akuntansi Pendidikan Siklus Akuntansi Pendidikan Siklus Akuntansi Pendidikan Siklus Akuntansi Pendidikan Siklus Akuntansi Pendidikan Siklus Akuntansi Pendidikan materi akuntansi pendidikan akuntansi pendidikan pdf makalah akuntansi pendidikan pengertian akuntansi pendidikan Best Information Cream Pengencang Kulit Wajah Paling Cepat MENGENAL AKTIVA TETAP MENGENAL TENTANG PEMASARAN MATERI PERTUMBUHAN EKONOMI POSISI BIROKRASI DALAM PEMERINTAHAN

POSISI BIROKRASI DALAM PEMERINTAHAN

POSISI BIROKRASI DALAM PEMERINTAHAN

Birokrasi publik dan pemerintahan adalah satu paket. Kini, hampir seluruh pemerintahan di dunia mengalami reformasi dan reorganisasi. Hal ini misalnya dibuktikan dengan karya Samuel P. Huntington mengenai gelombang demokratisasi yang tiga gelombang itu. Di dalam karya tersebut, Huntington menyebutkan Negara-negara di dunia mengalami aneka perubahan dari eksklusivitas, inklusivitas, dan kadang kembali berbalik ke arah eksklusivitas kembali. Dalam perubahan-perubahan tersebut, birokrasi selaku “mesin” pemerintah yang mengimplementasikan kebijakan “harian” Negara juga mengalami perubahan.

Persoalan umum yang dihadapi birokrasi publik, terkait masalah demokrasi, adalah efesiensi/inefisiensi dan ketidakmampuan pemerintahan me-manage dirinya selaku sebuah organisasi. Persoalan umum lain Negara demokratis adalah, bagaimana memperkuat kapasitas pemerintah dalam memproses tuntutan dari warganegara serta responsivitas mereka.1 Potret Indonesia

Dalam menghadapi persoalan ini, kerap pemerintah di setiap Negara menerapkan apa yang dinamakan New Public Management (NPM).2 NPM adalah pelembagaan teknik-teknik manajemen yang membuat sektor publik atau birokrasi Negara berfungsi layaknya perusahaan swasta, seraya menekankan peran pemerintah selaku penyedia jasa kepada para “pelanggannya.” Dalam NPM, warganegara diposisikan layaknya “customer” yang dapat memilih layanan-layanan tertentu yang akan mereka terima dari pemerintah.

Selain penerapan NPM, upaya lain guna mengefektifkan layanan pemerintah kepada warganegara adalah pelibatan publik secara lebih langsung dalam memerintah dan memilih kebijakan. Ini misalnya terjadi di Amerika Serikat seperti yang dilaporkan National Performance Review tahun 1993. Di sana, pelibatan publik ini dilakukan dengan cara penguatan kapasitas warganegara biasa dan eselon birokrasi tingkat bawah untuk mempengaruhi kebijakan dan gaya administrasi pemerintahan. Di Kanada, sebuah program bertajuk PS 2000 dan Program for Citizen Engagement juga senada, yaitu memberi kesempatan yang lebih besar kepada warganegara untuk terlibat secara aktif di sektor publik.

Governing dan Governance

Kajian Birokrasi Publik dan Pemerintahan menjadi lebih menarik dikaji jika dibedakan terlebih dulu dua konsep berikut, yaitu Governing (mengatur) dan Governance (memerintah). Governance memiliki nama lain “empowerment” (pemberdayaan) dan “participatory governing” (pemerintahan yang partisipatif). Logika dasar dari governance adalah partisipasi yang lebih besar dari warganegara dalam menyusun dan melaksanan kebijakan akan mempertinggi kualitas pemerintahan. Logika ini didasarkan pada asumsi demokrasi dan efisiensi administrasi Negara.

Asumsi demokrasi menggariskan publik harus punya pengaruh yang lebih besar atas setiap kebijakan yang mengatasnamakan mereka. Dalam demokrasi representatif memang sudah ada pengaruh ini, tetapi hanya secara periodik di dalam pemilu saja. Selain itu, administrasi publik pun dapat lebih didemokratiskan sehingga rata-rata pekerja sektor publik dapat menentukan sifat pekerjaan mereka serta pengaturan kebijakan di dalam organisasi secara keseluruhan.

Sementara itu, logika administrasi menyebutkan bahwa berdasarkan literatur manajemen, jika suatu organisasi dapat dibuat jadi lebih terbuka dan partisipatif, para pekerja akan lebih termotivasi dalam menginvestasikan waktu dan energi mereka demi organisasi. Eselon birokrasi tingkat bawah punya kumpulan informasi seputar “klien” (warganegara) yang mereka beri pelayanan, sehingga mereka tentu tahu kebutuhan dasar mereka. Jika mereka (para eselon bawah ini) diberikan kesempatan berimprovisasi, maka performasi birokrasi Negara secara otomatis akan menaik.

Trust dan Legitimasi. Masalah dasar dari birokrasi publik adalah “trust” (kepercayaan) dan “legitimacy” (keabsahan). Kini telah meruyak kabar seputar ketidakpercayaan masyarakat atas birokrasi Negara. Korupsi, rente, kelambanan, merupakan beberapa keluhan di antaranya. Dengan kata lain, trus warganegara atas birokrasi Negara berada dalam titik rendah. Warganegara pun merasa “tidak percaya diri” ketika berhadapan dengan birokrasi Negara, yang salah satunya diakibatkan ketiadaan “trust” ini.

Hilangnya “trust” juga merupakan hasil dari ketidakmampuan warganegara dalam menentukan pola kebijakan pemerintah. Sebab itu, sebagai jalan keluar, perlu dibangun sarana pelibatan dan pemberdayaan warganegara yang mampu menutupi hilangnya “trus” ini.

Di sisi lain, “legitimasi” pun menjadi masalah tersendiri. Legitimasi berkait dengan masalah pentingnya masyarakat sipil dalam pemerintahan. Asumsinya adalah, agar efektif secara demokratis, pemerintahan harus didukung keterlibatan aktif dari masyarakat sipil.3 Ketika pemerintah memberdayakan keterlibatan kelompok-kelompok sipil dalam pemerintahan, secara otomatis legitimasi mereka akan meningkat. Aktor-aktor masyarakat sipil perlu diajak ikut serta dalam menentukan kebijakan publik.

“Governing” dan “Governance” secara asal bahasa berkait dengan bagaimana mengatur dan mengendalikan sesuatu. Tatkala pemerintah hendak mencapai tujuannya, mereka harus sadar konsekuensi-konsekuensi dari tindakan sebelumnya seraya menggunakan feedback-feedback yang muncul dari lingkungan selaku bahan baku (input) kebijakan kemudian.

Pola “mengatur” atau “governing” tradisional ditandai dengan konsenstrasi otoritas yang hirarkis dan ditentukan dari pusat pemerintahan. Dalam Negara demokratis, otoritas itu dihasilkan lewat mekanisme pemilu, sementara di Negara-negara nondemokratis, otoritas datang dari kendali pemerintah atas instrument-instrumen kekuatan di dalam masyarakat. Baik di Negara demokratis maupun nondemokratis, birokrasi publik dikonseptualisasi sebagai bertanggung jawab pada “political masters” mereka, sementara para staf birokrasi publiknya bercorak hirarkis dan bersifat politis.

Tata cara “governing” seperti ini kemudian direformasi lewat NPM (New Public Management). NPM bercara pandang neo-liberal. NPM cenderung mengurangi posisi dominan dari para politisi dalam birokrasi publik. Kerap dalam NPM ini, manager publik (para kepala badan birokrasi) diambil dari kalangan “luar” pemerintahan dengan tujuan mengaplikasikan tata cara baru dalam melakukan pengaturan (governing). Mereka dapat saja diambil dari direktur-direktur perusahaan swasta, praktisi, akademisi, ataupun organisasi-organisasi LSM. Posisi para kepala ini bukan sekadar kepala birokrasi publik tetapi juga “policy entrepreneur” (wirausahawan kebijakan). Sebab itu, kriteria unggulan dalam NPM adalah pada performa bukan lagi pada kriteria politik.

Di Indonesia dapat kita ambil contoh perekrutan Riny Suwandi (Direktur PT. Astra) selaku Menteri Perdagangan atau Sri Mulyani Indrawati (akademisi) selaku Menteri Keuangan. Upaya-upaya ini dilakukan pemerintah demi mengambil perspektif masyarakat sipil dan professional dalam melakukan penataan kehidupan birokrasi publik. Namun, peralihan otoritas menuju para manager ini bukan tanpa risiko. Terkadang terjadi masalah koordinasi dan koherensi kebijakan di kalangan pemerintah sendiri.

“Governance” atau “memerintah bersama” merupakan pendekatan alternative atas “governing” atau tepatnya, administrasi Negara. Governance hakikatnya adalah pelibatan masyarakat secara lebih besar dalam melakukan “governing”. Governance berupaya mengurangi aspek hirarki dalam sistem administrasi Negara. Masalah hirarki ini kerap dicurigai sebagai penyebab hilangnya “orang-orang berbakat” di dalam pemerintahan dan mengasingkat publik.

Dalam konsep “governance”, masalah jaringan atau “network” menempati posisi penting. Network merupakan komponen sentral dalam kerangka “governance.” Asumsi dasarnya adalah, suatu kebijakan lahir akibat pengaruh aneka organisasi sipil, actor sipil, ataupun lembaga-lembaga pemerintah. Interaksi antarkomponen inilah yang kemudian membentuk “network” suatu kebijakan pemerintah.

Network ini diasumsikan mampu mengatur diri sendiri dan mampu membuat serta mengimplementasikan keputusan atas diri mereka. Network ini menyediakan link antara Negara dengan masyarakat. Namun, ia berbeda dengan hubungan di dalam perusahaan atau korporasi. Dalam “governance network” ini, hubungan lebih bersifat otonom dan bahkan mampu mengesampingkan Negara ketimbang melayaninya.

Network ini dapat berupa struktur terbuka yang akan mengakomodasikan luasnya cara pandang dan pula melibatkan partai-partai politik. Di sisi lain, network ini pun dapat berupa struktur tertutup yang hanya terdiri atas keanggotaan dari mereka-mereka yang punya skill atau pengetahuan tertentu. Ketertutupan ini pun ditandai dengan spesifikasi mereka untuk mempengaruhi kebijakan-kebijakan tertentu saja.

Jika NPM hanya mengupayakan desentralisasi implementasi kebijakan, maka “governance” justru mengupayakan pembuatan kebijakan dalam cara yang lebih terdesentralisasi. Dalam “governance” hirarki organisasi lebih bersifat datar dan bersifat bottom-up, ketimbang di NPM yang top-down.

Governance dan Demokrasi

Dalam pengertian umum demokrasi perwakilan, warganegara terlibat dalam penentuan kebijakan hanya secara periodik, di waktu pemilu saja. Kini, lewat konsep “governance” keterlibatan warganegara hendak dilakukan setiap saat. Warganegara dapat terlibat dalam penentuan kebijakan dan cara pelaksanaannya melalui serangkaian aktivitas yang menghubungkan publik pada pemerintah.

Lewat konsepsi “governance” terjadi peralihan lokus keterlibatan publik, dari sekadar input (pemilu) menjadi output (penentuan kebijakan dan pelaksanaannya). Pemerintah dalam persepsi NPM legitimasinya berada dalam hal output mereka atas “customer” (warganegara). Dalam “governance” terdapat lebih elemen demokrasi dan politik yang terlibat dalam legitimasi. Namun, legitimasi politik tersebut bukan berasal dari partai politik dan caleg terpilih, tetapi lebih diturunkan dari kontak-kontak langsung antara warganegara dengan pemerintah, khususnya dengan birokrasi-birokrasi pemerintah. Ini atas asumsi, warganegara lebih banyak bersentuhan dengan para birokrat ketimbang caleg terpilih mereka.

Pada sisi lebih lanjut, kontak-kontak yang terjalin antara warganegara dengan birokrat akan mendorong terbentuknya “trust” dalam sistem pemerintahan dan atas pemerintah itu sendiri. Interaksi ini terjalin juga antara kelompok-kelompok sosial masyarakat dengan pemerintah, yang jika berjalan dengan harmonis, akan mendorong terbentuknya citra positif atas pemerintah.

Governance dan Efektivitas

Demokratisasi dan legitimasi adalah pendekatan dasar memerintah di dalam administrasi Negara. Kendati hirarki merupakan suatu kebutuhan dalam memanage sejumlah besar orang dengan ragam pekerjaan, tetapi model manajemen partisipatif diyakini dapat memuncul efektivitas hasil yang lebih besar lagi. Keterlibatan klien dan publik diyakini punya konsekuensi yang positif pada program-program publik. Efektivitas ini datang dari pengerjaan tugas secara bersama lewat organisasi-organisasi jaringan (network).

Salah satu kelebihan dari jaringan organisasi ini adalah terlibatnya birokrat di lini depan dalam pembuatan keputusan. Jadi, tatkala suatu masalah muncul dan diidentifikasi sumber dan solusinya, dengan bantuan organisasi-organisasi masyarakat sipil, birokrat lini depan langsung mengambil inisiatif tindakan. Keputusan yang diambil punya nilai legitimasi karena melibatkan organisasi publik nonpemerintah.

Pem-bypass-an pengambilan keputusan ini mampu menembus kerumitan pembuatan kebijakan baru yang melanda hirarki pembuatan keputusan birokrasi secara tradisional. Tentu saja, masalah yang kemudian muncul adalah integrasi antar kebijakan dan struktur lini birokrasi yang berbeda-beda. Namun, jika ditinjau dari sisi efektivitas, maka cara pembuatan di lini cukup cepat. Tentu saja tanpa menghilangkan derajat integrasi antar kebijakan itu.

Salah satu unsur penting dalam efektivitas ini adalah responsivitas. Responsivitas adalah kemampuan birokrasi untuk mengenali kebutuhan masyarakat, menyusun agenda dan prioritas pelayanan, serta mengembangkan program-program pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan dan aspirasi masyarakat.4 Responsivitas ini berkait erat dengan actor yang mempengaruhi pembuatan keputusan dan pelaksanaannya. Pertama, birokrat di tingkat lini secara otomatis lebih mengetahui problem masyarakat akibat ia bersentuhan langsung. Kedua, elemen masyarakat (biasanya organisasi kemasyarakatan) merupakan saluran masyarakat dalam menghadapi Negara, yang harus dilibatkan dalam penyusunan dan pelaksanaan kebijakan.

Kesimpulan

Pertama, seluruh pemerintahan di dunia pasti pernah mengalami reformasi dan reorganisasi sektoru administrasi publik atau birokrasi. Kedua, dua pendekatan yang perlu digarisbawahi dalam mengidentifikasi hubungan antara birokrasi dan demokrasi pada sector public adalah Governing dan Governance. Ketiga, governing erat berkait dengan aspek mengatur ataupun menggariskan, di mana peran pemerintah tetap sebagai satu-satunya aktor yang berhak mengambil kebijakan, keputusan, dan tata cara pelaksanaannya. Pada ujungnya, reformasi dalam governing berwujud pada pendekatan New Public Management.

Keempat, governance erat berkait dengan aspek memerintah secara bersama. Dalam konsep ini, pemerintaha duduk bersama organisasi-organisasi masyarakat mengambil keputusan, kebijakan, dan tata cara pelaksanaannya. Peran yang diperbesar dalam governance adalah birokrat lini. Kelima, dalam kaitannya dengan demokrasi, governance menghendaki keterlibatan warganegara dalam pemerintahan tidak hanya pada saat pemilu saja. Dalam kaitannya dengan efektivitas, governance memangkas kelambanan dan insensitivitas yang biasanya berkembang dalam sistem pengambilan keputusan terpusat dan hirarkis.


Referensi
Agus Dwiyanto, Reformasi Birokrasi Publik di Indonesia, (Yogyakarta: Gadjah Mada University Press, 2006)
B. Guy Peters, Governance and Publik Bureaucracy: New Forms of Democracy or New Forms of Control?, (The Asia Pacific Journal of Publik Administration Vol. 26, No.1 June 2004)

Lihat juga :

Keyword :
posisi aparatur sebagai pelaksana birokrasi posisi birokrasi posisi birokrasi dalam masyarakat dan negara posisi birokrasi dalam negara posisi birokrasi dalam pemerintahan wanita menduduki posisi birokrasi posisi aparatur sebagai pelaksana birokrasi posisi birokrasi posisi birokrasi dalam masyarakat dan negara posisi birokrasi dalam negara posisi birokrasi dalam pemerintahan wanita menduduki posisi birokrasi posisi aparatur sebagai pelaksana birokrasi posisi birokrasi posisi birokrasi dalam masyarakat dan negara posisi birokrasi dalam negara posisi birokrasi dalam pemerintahan wanita menduduki posisi birokrasi posisi aparatur sebagai pelaksana birokrasi posisi birokrasi posisi birokrasi dalam masyarakat dan negara posisi birokrasi dalam negara posisi birokrasi dalam pemerintahan wanita menduduki posisi birokrasi posisi aparatur sebagai pelaksana birokrasi posisi birokrasi posisi birokrasi dalam masyarakat dan negara posisi birokrasi dalam negara posisi birokrasi dalam pemerintahan wanita menduduki posisi birokrasi Cream Pengencang Kulit Wajah Paling Cepat MENGENAL AKTIVA TETAP MENGENAL TENTANG PEMASARAN MATERI PERTUMBUHAN EKONOMI

4 Model Kepemimpinan Politik

Inilah Model-Model Kepemimpinan Politik

Model-model kepemimpinan politik kini penting untuk dikaji ulang. Indonesia sebentar lagi akan memilih presiden baru. Tanggal pemilihan tersebut 9 Juli 2014. Model-model kepemimpinan politik ditengarai penting untuk mengidentifikasi karakteristik masing-masing calon presiden yang akan bersaing nanti. 

Sekurangnya terdapat 4 model kepemimpinan politik, yaitu: (1) Negarawan, (2) Demagog, (3) Politisi Biasa, dan (4) Citizen-Leader. [1] Negarawan adalah seorang pemimpin politik yang memiliki visi, karisma pribadi, kebijaksanaan praktis, dan kepedulian terhadap kepentingan umum yang kepemimpinannya itu bermanfaat bagi masyarakat. Demagog adalah seseorang yang menggunakan keahliannya memimpin untuk memeroleh jabatan publik dengan cara menarik rasa takut dan prasangka umum untuk kemudian menyalahgunakan kekuasaan yang ia peroleh tersebut demi keuntungan pribadi. Politisi seorang pemegang jabatan publik yang siap untuk mengorbankan prinsip-prinsip yang dimiliki sebelumnya atau mengesampingkan kebijakan yang tidak populer agar dapat dipilih kembali. Citizen-Leader Seseorang yang mempengaruhi pemerintah secara meyakinkan meskipun ia tidak memegang jabatan resmi pemerintahan.


Karakteristik Masing-masing Model Kepemimpinan Politik 

Definisi masing-masing model kepemimpinan politik sudah diketahui. Persoalan selanjutnya adalah, bagaimana melakukan perabaan guna mengidentifikasi seorang capres masuk ke kategori mana. Untuk itu diperlukan seperangkat indikator. Indikator ini penting demi melakukan pengukuran karakter seorang individu capres. 

1. Karakteristik Negarawan adalah: 
  • Mengejar kebaikan umum. Pemimpin terbaik termotivasi bukan oleh kepentingan diri sendiri yang kasar melainkan oleh kebaikan umum.
  • Kebijaksaan yang praktis. Visi kebaikan publik, semenarik apapun tidak akan berguna tanpa orang yang punya visi tersebut tidak tahu bagaimana cara mencapainya. Sebab itu, pemimpin yang baik harus memiliki kebijaksaan yang praktis, dengan mana lewat kebijaksanaan itu, pemimpin bisa memahami hubungan antara tindakan yang diambil dengan konsekuensi-konsekuensinya.
  • Keahlian politik. Pemimpin yang baik sekaligus pula seseorang yang punya bakat dalam menilai dan melakukan pendelegasian wewenang. Dalam memimpin negara, pemimpin harus menjalankan birokrasi raksasa, mengarahkan para staf, bekerja sama dengan para legislator demi meloloskan program pemerintahan, dan menggalang opini publik sehubungan dengan kebijakan administrasi. Tanpa keahlian politik yang menyukupi, mustahil tugas-tugas berat seperti ini dapat berjalan secara baik.
  • Kesempatan luar biasa. Negarawan lahir dari suatu kondisi kritis. Ketika suatu negara berada dalam pusaran kejenuhan, kebosanan, stagnasi, disorientsi, atau perang, dari sinilah negarawan umumnya lahir.
  • Nasib baik. Terkadang, seorang negarawan lahir karena nasib baik. Kadang pula disebutkan, bahwa ia dianugerahi berkah oleh Yang Mahakuasa untuk memikul beban masyarakat dan negaranya.

2. Karakteristik Demagog adalah: 
  • Ia mengeksploitasi prasangka publik. Sebagai seorang tokoh, demagog sangat sensitif akan prasangka-prasangka sosial yang berkembang di tengah masyarakat. Ia kemudian memerankan diri sebagai berdiri di sisi masyarakat sehubungan dengan prasangka yang muncul. Peran tersebut dibarengi dengan rangkaian janji bahwa ia akan memastikan bahwa prasangka tersebut akan ditanggulangi apabila ia menduduki jabatan politik.
  • Kerap melakukan distorsi atas kebenaran. Kebenaran adalah tidak lebih dari komoditas politik. Apabila kebenaran tersebut tidak sejalan dengan prakteknya untuk menggapai kekuasaan, ia akan mendistorsinya. Distorsi tersebut sebagian besar diperkuat dengan aneka fakta "kuat" yang ia susun sehingga distorsi tersebut masuk akal. Dengan kata lain, ia membuat "babad" yaitu rangkaian cerita historis yang menguatkan posisinya di atas kebenaran yang ada.
  • Mengumbar janji-janji manis untuk memeroleh kuasa politik. Terlebih, apabila janji tersebut cukup populis dengan pangsa pemirsa yang cukup besar. Sekali lagi, bagi seorang demagog, janji adalah komoditas politik yang akan digunakannya sebagai instrumen kampanye guna meneguhkan posisinya dibanding para kompetitornya yang lain.
  • Tidak canggung menggunakan metode yang dinilai kurang bermoral. Hal ini terkait dengan karakteristik-karakteristik sebelumnya. Masalah moral bukan masalah yang harus diprioritaskan. Moral bergantung pada tujuan, dan moral dalam diri seorang demagog adalah situasi di mana keinginannya untuk berkuasa terealisasi. Tidak ada penilaian moral untuk metode yang ia gunakan untk menyapai tujuan kekuasaan.
  • Memiliki daya tarik yang besar terhadap masyarakat banyak. Seorang demagog sekaligus adalah orang yang populer di mata publik. Aneka daya tarik bisa saja dimiliki seorang demagog. Daya tarik inilah yang sesungguhnya membuat publik memercayai seorang demagog. Publik tidak lagi kritis akan variabel ideosinkretik yang melekat di dalam diri demagog. Publik hanya memercayai apa dan bagaimana performance seorang demagog secara aktual.
  • Jika negarawan secara tulus peduli akan keadilan dan kebaikan umum, maka Demagog sekadar berpura-pura peduli dalam rangka memeroleh jabatan, yang begitu ia mendapatkannya, tanpa ragu ia akan mengkhianatinya. Hal ini sesuai dengan karakteristik seorang demagog, bahwa ia hanya ingin berkuasa. Setelah ia berkuasa, segala hal yang ia janjikan di masa-masa sebelumnya akan direnegosiasi ulang.

3. Karakteristik Politisi biasa adalah: 
  • Tidak punya visi dan bakat yang cemerlang. Seorang politisi biasa tampak kurang bersinar. Ia hanya berada di "sekeliling" tanpa pernah menjadi pusat pengambilan arah suatu masyarakat. Visi yang ia miliki terlampau umum, kurang greget, "biasa", dan terkesan asal ambil. Bakat yang ia miliki mungkin alami atau "karbitan", tetapi publik memandangnya sebagai "datar", "umum", dan "kurang menarik."
  • Hidup cuma day-to-day, dengan upaya untuk mengatasi tekanan dan hambatan yang dialami dalam keseharian. Politisi biasa tidak hidup untuk long-term melainkan short-term. Ia hanya dipusingkan urusan bagaimana agar ia tetap bercokol di lingkaran kekuasaan. Ia tidak terlalu pusing apabila disebut tidak melakukan apa-apa di dalam jabatannya. Ia baru merasa pusing apabila menghadapi kemungkinan akan tidak dipakai kembali di masa mendatang.
  • Kendati ingin berbuat sesuatu yang baik, mereka selalu kesulitan menjaga isu-isu moral dan etika secara tegas. Politisi biasa janganlah diharapkan untuk bicara masalah moral ataupun etika. Masalah moral dan etika bukanlah prioritas di dalam jabatannya. Kerapkali memang, politisi biasa ingin berbuat sesuatu yang baik. Namun, kerap pula keinginan tersebut dibatasi oleh keinginannya untuk menyenangkan seluruh pihak. Ia ingin diterima oleh semua pihak dan moral serta etika kerap menjadi korban dari kehendaknya tersebut.
  • Mereka sulit mengatasi risiko politik. Karena itulah, mereka memosisikan diri mereka di titik aman. Ia berusaha netral bahkan di saat ia ada dalam posisi terjepit untuk memilih. Pilihan barulah ia buat apabila ada keyakinan bahwa pilihan tersebut membawanya ke titik aman lainnya. Bagi politisi biasa, perjuangan untuk tetap di pusaran kekuasaan adalah lebih penting ketimbang ia menunjukkan posisi dirinya yang asli.
  • Kendati mereka ini umumnya tidak korup, tetapi sesungguhnya mereka mudah sekali untuk disuap. Karena mereka enggan menanggulangi risiko politik, mereka menerapkan image tidak korup. Dan, ketidakkorupan ini bukanlah sesuatu yang mutlak kita tidak harus percaya. Sayangnya, mereka justru membuka diri untuk disuap. Kesediaan disuap ini tegas dilatarbelakangi oleh kehendak mereka untuk menyari aman. Toh, bukan saya yang meminta tetapi mereka.
  • Mereka ini tidak lebih baik atau lebih buruk dari manusia lainnya. Bedanya, mereka punya posisi untuk melakukan hal-hal buruk (ataupun baik) dengan dampak lebih besar. Secara umum, mereka sulit dibedakan dengan warganegara lain pada umumnya. Mereka terlampau biasa, sehingga perilaku yang mereka tunjukkan di layar kaca atau media massa sama persis dengan perilaku kita, keluarga kita, ataupun teman kita. Bedanya, kita, keluarga kita, ataupun teman kita tidak punya kuasa untuk membuat kebijakan umum. Para politisi biasa ini bisa.

4. Karakteristik Citizen-Leader adalah: 
  • Punya pengabdian unik atas masyarakat. Mereka ini, dalam waktu lama, aktif memimpin suatu segmen dalam masyarakat dalam memerjuangkan keyakinan dan posisi mereka di dalam kepolitikan suatu negara. Mereka nyaris tidak lagi memiliki kehidupan privasi karena hampir di setiap saat, mereka harus bergerak, bekerja, dan mengatasi permasalahan segmen masyarakat yang mereka wakili. Mereka inilah yang kerap berhadapan dengan kuasa-kuasa formal, bersitegang, dan menerima sanksi atas keyakinan pengabdiannya. Sulit untuk meminta sesuatu yang sifatnya formalitas pada mereka karena kuasa negara yang formal itu pun dalam anggapan mereka sudah bersifat informal.
  • Punya magnet personal di dalam dirinya. Seorang citizen-leader diyakini memiliki daya tarik yang luar biasa di dalam diri mereka. Magnet inilah yang membuat para pengikutnya bahkan rela memberikan loyalitas mereka kepada dirinya. Daya tarik ini dapat merupakan perpaduan unik antara berkah dari Yang Mahakuasa dengan bakat-bakat kepimpimpinan yang ia miliki.
  • Keberaniannya di atas rata-rata, sehingga menarik orang-orang untuk menjadi pengikutnya. Dare to be different adalah pasti kualitas yang ada di dalam diri seorang citizen-leader. Keberanian yang ia miliki jauh di atas rata-rata orang di sekelilingnya. Keberanian yang ia miliki menular kepada para pengikutnya sehingga perjuangan yang ia bawakan memiliki stamina cukup untuk durasi panjang.

---------- 
[1] Thomas M. Magstadt, Understanding Politics: Ideas, Institutions, and Issues (Belmont: Wadsworth, 2010) p.307

Keyword :
gaya kepemimpinan politik gaya politik kepemimpinan adalah gaya politik kepemimpinan yang bagaimanakah yang memperkuat integrasi nasional model kepemimpinan politik model kepemimpinan politik soekarno gaya kepemimpinan politik gaya politik kepemimpinan adalah gaya politik kepemimpinan yang bagaimanakah yang memperkuat integrasi nasional model kepemimpinan politik model kepemimpinan politik soekarno gaya kepemimpinan politik gaya politik kepemimpinan adalah gaya politik kepemimpinan yang bagaimanakah yang memperkuat integrasi nasional model kepemimpinan politik model kepemimpinan politik soekarno gaya kepemimpinan politik gaya politik kepemimpinan adalah gaya politik kepemimpinan yang bagaimanakah yang memperkuat integrasi nasional model kepemimpinan politik model kepemimpinan politik soekarno gaya kepemimpinan politik gaya politik kepemimpinan adalah gaya politik kepemimpinan yang bagaimanakah yang memperkuat integrasi nasional model kepemimpinan politik model kepemimpinan politik soekarno gaya kepemimpinan politik gaya politik kepemimpinan adalah gaya politik kepemimpinan yang bagaimanakah yang memperkuat integrasi nasional model kepemimpinan politik model kepemimpinan politik soekarno gaya kepemimpinan politik gaya politik kepemimpinan adalah gaya politik kepemimpinan yang bagaimanakah yang memperkuat integrasi nasional model kepemimpinan politik model kepemimpinan politik soekarno gaya kepemimpinan politik gaya politik kepemimpinan adalah gaya politik kepemimpinan yang bagaimanakah yang memperkuat integrasi nasional model kepemimpinan politik model kepemimpinan politik soekarno Cara Mudah Mengatasi Kulit Berminyak TEORI PERTUMBUHAN EKONOMI DEFINISI URF Irrigation Improvements Reduce Food Inequality Lucu Ikan Buntal Dalam Air OVERCOMING STRESS BY SHOUTING Tanda-tanda sperma Anda normal Ikan Buntal (Ikan Kembung) Persamaan Eksponensial atuna el tufuli Apa Dampak Makan Lebih dari Jam 8.? 16 Definisi Sosiologi (Menurut Para Ahli) Downhill rar Jenis Pembengkakan Saluran Kencing Pencerah Dan Pengencang Kulit Wajah Ampuh Kasih Sayang Dalam Islam HUKUM PEMBERIAN GARANSI DALAM ISLAM MEMBERI HONOR (IJARAH) KEPADA YANG TIDAK MEMILIKI PEKERJAAN WAJAR ETIKA PERIKLANAN (MAKALAH)
ISTILAH - ISTILAH AKUNTANSI APA ITU SPSS | SPSS ADALAH Informasikesehatan Anton Tasik

Jenis Pembengkakan Saluran Kencing

Jenis Pembengkakan Saluran Kencing

Saluran kemih adalah suatu kondisi di mana seseorang tidak dapat mengeluarkan air kencing ke dalam kandung kemih, sehingga urin tidak dapat dikontrol. Ini bisa terjadi pada siapa saja, pria atau wanita.

Jenis apa?

Ada banyak jenis edema. Jenis yang paling umum adalah:

Membengkak karena tekanan.?
Ketika Anda batuk, tertawa, bersin, mengangkat atau lari, urin akan keluar. Menurut Institut Nasional Diabetes, Penelitian Pencernaan dan Ginjal, jenis ini lebih sering terjadi pada wanita.

Bengkak dorongan.?
Bahkan jika Anda hanya minum sedikit, Anda akan merasa bahwa Anda memiliki keinginan untuk buang air kecil dan urin akan dibuang. Akses ke kamar mandi akan lebih sering.

Lonjak meluap.?
Kandung kemih terasa penuh dan urin bisa mengalir keluar. Anda akan merasa bahwa kandung kemih terasa penuh, tetapi Anda tidak bisa mengosongkannya. Tipe ini biasanya terjadi pada pria dengan pembengkakan prostat dan diabetes.

Pembengkakan fungsional? 
Ini umum terjadi pada orang yang memiliki kandung kemih normal tetapi tidak dapat pergi ke toilet karena penuaan, depresi dan pengaruh lingkungan lainnya.

Ekspansi campuran? 
Ini adalah kombinasi dari ekspansi stres dan dorongan. Telah dilaporkan bahwa sekitar 50% wanita yang mengalami pembengkakan stres juga mengalami gejala pembengkakan.

Jika Anda mengalami masalah ini, silakan kunjungi dokter. Dokter akan mempelajari riwayat medis dan mencatat kebiasaan buang air kecil. Ia juga akan melakukan berbagai pemeriksaan fisik dan tes urin untuk mencari tahu mengapa. Tes termasuk biopsi kandung kemih dan urodynamics (pemeriksaan uretra sfingter).



pembengkakan saluran kencing, pembengkakan saluran kencing, pembengkakan saluran kencing, pembengkakan saluran kencing, pembengkakan saluran kencing, pembengkakan saluran kencing, pembengkakan saluran kencing, pembengkakan saluran kencing, pembengkakan saluran kencing, pembengkakan saluran kencing, pembengkakan saluran kencing, pembengkakan saluran kencing, pembengkakan saluran kencing, pembengkakan saluran kencing, pembengkakan saluran kencing, pembengkakan saluran kencing, pembengkakan saluran kencing, pembengkakan saluran kencing, pembengkakan saluran kencing, pembengkakan saluran kencing, pembengkakan saluran kencing, uretra wanita bengkak gambar kandung kemih antibiotik untuk infeksi saluran kemih obat tradisional untuk infeksi saluran kencing obat tradisional infeksi saluran kencing pada wanita penyebab infeksi saluran kemih pada pria pengobatan infeksi saluran kemih infeksi saluran kencing pada wanita dewasa Cara Mudah Mengatasi Kulit Berminyak TEORI PERTUMBUHAN EKONOMI DEFINISI URF Irrigation Improvements Reduce Food Inequality Lucu Ikan Buntal Dalam Air OVERCOMING STRESS BY SHOUTING Tanda-tanda sperma Anda normal Ikan Buntal (Ikan Kembung) Persamaan Eksponensial atuna el tufuli Apa Dampak Makan Lebih dari Jam 8.? 16 Definisi Sosiologi (Menurut Para Ahli) Downhill rar Jenis Pembengkakan Saluran Kencing

Apa Dampak Makan Lebih dari Jam 8 Malam.?

Apa Dampak Makan Lebih dari Jam 8.?

Berpartisipasi dalam program penurunan berat badan adalah mengapa banyak orang menghindari makan setelah jam 8 malam. Mereka berpikir bahwa makan terlalu terlambat akan menyebabkan kalori disimpan dan diubah menjadi lemak.

Faktanya, kalori tidak tahu waktu. Mary Fulin, peneliti diet di Rumah Sakit Miriam di Amerika Serikat, mengatakan: "Tubuh akan mencerna dan mengkonsumsi kalori dengan cara yang sama di pagi, sore atau malam hari."

Dia menjelaskan bahwa jika kita duduk atau tidur setelah selesai makan, kalori memang akan disimpan dalam tubuh untuk jangka waktu yang lebih lama. Tetapi keesokan harinya, ketika kita aktif, apalagi berolahraga, tubuh menggunakan kalori yang telah disimpan.

Meski begitu, Flynn tidak menyarankan bahwa kita makan camilan di malam hari. Alasannya adalah bahwa dalam kasus kelelahan dan mengantuk, kita cenderung memilih camilan yang tidak sehat.

Diet bukan berarti menghambat rasa lapar. Jika kita terbiasa menghindari makan atau makan terlalu sedikit, maka ketika tidak ada energi untuk masuk, tubuh akan menghilangkan cadangan energi yang didapat dari otot. Karena itu, tubuh menjadi lelah dan aktivitasnya hancur.

Selain itu, metabolisme Anda akan berkurang, dan ketika Anda kembali ke diet awal Anda, berat badan Anda akan dengan mudah meningkat dan kembali ke berat badan semula.

Jika Anda merasa lapar sering, bahkan jika Anda makan malam, cobalah mengganti camilan yang lebih sehat, seperti sereal atau buah, bukan es krim.

Keyword :
akibat makan lebih dari jam 8 malam bahaya makan diatas jam 8 malam bahaya makan lebih dari jam 8 malam bahaya makan lewat jam 8 malam bayi makan jam 8 malam makan diatas jam 8 malam makan diatas jam 8 malam bikin gemuk makan dibawah jam 8 malam makan jam 8 malam makan lebih dari jam 8 malam makan sebelum jam 8 malam makan setelah jam 8 malam makan setelah jam 8 malam apa dampaknya akibat makan lebih dari jam 8 malam bahaya makan diatas jam 8 malam bahaya makan lebih dari jam 8 malam bahaya makan lewat jam 8 malam bayi makan jam 8 malam makan diatas jam 8 malam makan diatas jam 8 malam bikin gemuk makan dibawah jam 8 malam makan jam 8 malam makan lebih dari jam 8 malam makan sebelum jam 8 malam makan setelah jam 8 malam makan setelah jam 8 malam apa dampaknya akibat makan lebih dari jam 8 malam bahaya makan diatas jam 8 malam bahaya makan lebih dari jam 8 malam bahaya makan lewat jam 8 malam bayi makan jam 8 malam makan diatas jam 8 malam makan diatas jam 8 malam bikin gemuk makan dibawah jam 8 malam makan jam 8 malam makan lebih dari jam 8 malam makan sebelum jam 8 malam makan setelah jam 8 malam makan setelah jam 8 malam apa dampaknya Cara Mudah Mengatasi Kulit Berminyak TEORI PERTUMBUHAN EKONOMI DEFINISI URF Irrigation Improvements Reduce Food Inequality Lucu Ikan Buntal Dalam Air OVERCOMING STRESS BY SHOUTING Tanda-tanda sperma Anda normal Ikan Buntal (Ikan Kembung) Persamaan Eksponensial atuna el tufuli

8 Cara Mencegah Stroke

8 Cara Mencegah Stroke

Stroke yang tiba-tiba atau hilangnya semua fungsi neurologis (syaraf) sekarang merupakan salah satu penyakit paling serius di Indonesia karena jumlah kasus terus meningkat.

Di negara-negara maju seperti Amerika Serikat, tempat ketiga dalam stroke adalah penyebab kematian. Di Indonesia, stroke adalah penyebab utama kematian dan penyebab utama kecacatan.

"Ada kebutuhan untuk mengadopsi strategi untuk menghadapi stroke. Data Indonesia menunjukkan bahwa 8,3 dari setiap 10.000 orang mengalami stroke," kata dokter. Dani Ekawati Yulianti, SPS, dari MRCCC Siloza Semanggi Shopping Hospital Neurology, tentang kehidupan seminar Otak Kesehatan Hilti selama Jakarta, Sabtu (14 Januari 2012).

Lihat Juga : Persamaan Eksponensial dan Contoh Soal+Jawaban

Bahkan saat Eka berlanjut, sebanyak 23% pasien yang dirawat di rumah sakit karena stroke telah meninggal.

Ada banyak faktor risiko untuk timbulnya stroke seperti hipertensi, diabetes, merokok, hiperkolesterolemia, sindrom metabolik, penyakit jantung dan minum berlebihan. Namun, faktor risiko ini sebenarnya dapat diubah melalui manajemen gaya hidup.

Berikut beberapa strategi bagus yang Dr. Reveals untuk mencegah stroke:

1. Diet yang sehat dan seimbang
Diet sehat dan seimbang dapat dijelaskan dengan makan banyak buah-buahan dan sayuran segar, susu rendah lemak, rendah kolesterol dan garam rendah sodium (asupan garam harian tidak boleh melebihi 2.300 mg, atau sekitar 1 sendok teh).

Lihat Juga : Dampak Diet Vegetarian Terhadap Sperma

2. Latihan fisik secara teratur
Pelatihan sedang (akumulasi 30-60 menit) 4 hingga 7 hari per minggu. Misalnya, jalan kaki, jogging, bersepeda, berenang. Untuk pasien berisiko tinggi, disarankan untuk mengikuti rencana pengawasan medis.

3. Kontrol berat
Indeks massa tubuh (BMI) dipertahankan dalam kisaran 18,5 hingga 24,9 kg / m2, dengan lingkar pinggang kurang dari 80 cm dan perempuan kurang dari 90 cm (standar Timur dan Asia Selatan).

4. Berhenti merokok
Rokok adalah salah satu pemicu terbesar untuk stroke. Berhentilah merokok dengan segera dan tetap sebisa mungkin dalam lingkungan yang bebas dari asap rokok. Ada beberapa cara untuk berhenti merokok melalui terapi penggantian nikotin (permen karet, tambalan) dan terapi perilaku.

Lihat Juga : 10 Makanan Penambah Kecerdasan Otak

5. Batasi konsumsi alkohol
Selama tidak berlebihan, konsumsi alkohol tidak akan menjadi masalah. Konsumsi alkohol harus dua gelas atau kurang dari kacamata standar per hari. Untuk pria, tidak lebih dari 14 cangkir per minggu. Dan wanita kurang dari 9 cangkir seminggu.

6. Kendalikan tekanan darah tinggi
Mengurangi risiko hipertensi menjadi kurang dari 140/90 mm Hg (tidak ada penyakit penyerta lainnya).

7. Kontrol gula darah
Untuk penderita diabetes, target untuk menurunkan tekanan darah lebih agresif daripada di bawah 130/80. Kontrol Glukosa dengan target HbA1C <6,5%.

8. Hiperkolesterolemia
Untuk pasien dengan kolesterol tinggi (hiperkolesterolemia), statin dan perubahan gaya hidup dengan target kadar kolesterol LDL di bawah 100 mg / dl.

Keyword :
Nice Information... cara mencegah stroke mencegah stroke makanan mencegah stroke cara mencegah stroke ringan mencegah penyakit stroke cara mencegah stroke di usia muda mencegah stroke ringan buah pencegah stroke mencegah stroke dan serangan jantung cara mencegah gejala stroke senam mencegah stroke mencegah gejala stroke olahraga mencegah stroke mencegah stroke sejak dini cara mencegah stroke berulang cara mencegah stroke dan jantung mencegah stroke berulang cara mencegah serangan stroke kedua cara mencegah stroke atau serangan jantung mencegah stroke dini mencegah serangan stroke mencegah terjadinya stroke cara mencegah stroke dan serangan jantung mencegah gejala stroke ringan cara mencegah penyakit stroke ringan obat pencegah stroke cara mencegah stroke mencegah stroke makanan mencegah stroke cara mencegah stroke ringan mencegah penyakit stroke cara mencegah stroke di usia muda mencegah stroke ringan buah pencegah stroke mencegah stroke dan serangan jantung cara mencegah gejala stroke senam mencegah stroke mencegah gejala stroke olahraga mencegah stroke mencegah stroke sejak dini cara mencegah stroke berulang cara mencegah stroke dan jantung mencegah stroke berulang cara mencegah serangan stroke kedua cara mencegah stroke atau serangan jantung mencegah stroke dini mencegah serangan stroke mencegah terjadinya stroke cara mencegah stroke dan serangan jantung mencegah gejala stroke ringan cara mencegah penyakit stroke ringan obat pencegah stroke Cara Mudah Mengatasi Kulit Berminyak TEORI PERTUMBUHAN EKONOMI DEFINISI URF Irrigation Improvements Reduce Food Inequality Lucu Ikan Buntal Dalam Air OVERCOMING STRESS BY SHOUTING Tanda-tanda sperma Anda normal Ikan Buntal (Ikan Kembung) Persamaan Eksponensial atuna el tufuli atuna el tufuli Ikan Buntal (Ikan Kembung)

Persamaan Eksponensial dan Contoh Soal+Jawaban

Persamaan eksponensial dapat ditafsirkan sebagai persamaan untuk pangkat bentuk fungsional dalam x, di mana x adalah jumlah variabel (peubah). Materi ini biasanya disampaikan pada awal kelas X dan di akhir kelas XII. Bahan indeks ini sebenarnya sangat mudah dimengerti, teman, hanya ada niat, mari kita lihat lebih dekat.
Persamaan Eksponensial dan Contoh Soal+Jawaban

Bentuk Persamaan Eksponen

1. af(x) = 1  ( Jika af(x) = 1 dengan a>0 dan a ≠0, maka f(x) = 0 )
2. af(x) = ap  ( Jika af(x) = ap  dengan a>0 dan a ≠0, maka f(x) = p )
3. af(x) = ag(x)  ( Jika af(x) = ag(x)  dengan a>0 dan a ≠0, maka f(x) = g(x) )
4. af(x) = bf(x)  ( Jika af(x) = bf(x)  dengan a>0 dan a ≠1, b>0 dan b ≠1, dan a≠b maka f(x) = 0 )
5. A(af(x))2 + B(af(x)) + C = 0 ( Dengan af(x) = p, maka bentuk persamaan diatas dapat diubah menjadi persamaan kuadrat : Ap2 + Bp + C = 0 )

1.       Contoh Soal Persamaan Eksponen Bentuk af(x) = 1

Tentukan himpunan penyelesaian dari :
a.      3 5x-10 = 1
b.      2 2x²+3x-5 = 1

Jawab :
a.      3 5x-10  = 1
3 5x-10  = 30
5x-10 = 0
5x      = 10
x        = 2

b.      2 2x²+3x-5 = 1
2 2x²+3x-5 = 20
2x2+2x-5 = 0
(2x+5) (x-1) = 0
2x+5 = 0  |    x-1 = 0
X = -²⁄₅     |    x = 1

2.       Contoh Soal Persamaan Eksponen Bentuk af(x) = ap

Tentukan himpunan penyelesaian dari :
a.      5 2x-1 = 625
b.      2 2x-7 = ⅓₂
c.       √33x-10 = ½₇√3

Jawab :

a.  5 2x-1 = 625
5 2x-1 = 53
2x-1 = 3
2x    = 4
x      = 2

b. 2 2x-7 = ⅓₂
2 2x-7 = 2-5
2x-7 = -5
2x    = 2
x      = 1

c.       √33x-10 = ½₇√3
33x-10⁄2 = 3-3.3½
33x-10⁄2 = 3-⁵⁄₂
3x-10⁄2 = -⁵⁄₂
3x-10     = -5
3x           = 5
x             = ⁵⁄₃

3.       Contoh Persamaan Eksponen Bentuk af(x) = ag(x)

Tentukan himpunan penyelesaian dari :
a.      9 x²+x = 27 x²-1
b.      25 x+2 = (0,2) 1-x

Jawab :
a.      9 x²+x = 27 x²-1
3 2(x²+x) = 3 3(x²-1)
2 (x2+x) = 3 (x2-1)
2x2 + 2x = 3x2 – 3
x2 – 2x – 3 = 0
(x – 3) (x + 1) = 0
x = 3           x = -1       Jadi HP = { -1,3 }

b.      25 x+2 = (0,2) 1-x
52(x+2) = 5 -1(1-x)
2x + 4 = -1 + x
2x – x = -1 – 4
x         = -5              Jadi HP = { -5 }

4.       Contoh Persamaan Eksponen Bentuk af(x) = bf(x)

Tentukan himpunan penyelesaian dari :
a.      6 x-3 = 9 x-3
b.      7x²-5x+6 = 8x²-5x+6

Jawab :
a.      6 x-3 = 9 x-3
x-3  = 0
x   = 3
Jadi HP = { 3 }

b.      7x²-5x+6 = 8x²-5x+6
x²-5x+6 = 0
(x-6) (x+1) = 0
x = 6      x = -1
Jadi HP = { -1,6 }

5.       Contoh Persamaan Eksponen Bentuk A(af(x))2 + B(af(x)) + C

Tentukan himpunan penyelesaian dari :
a.      22x – 2x+3 + 16 = 0

Jawab :
a.      22x – 2x+3 + 16 = 0
22x – 2x.23 + 16 = 0
Misalkan 2x = p, maka persamaannya menjadi
P2 – 8p + 16 = 0
(p-4) p-4)     = 0
p                   = 4

Untuk p = 4, jadi
2x = 4
2x = 22
x   = 2

Jadi HP = { 2 }



Keyword :
persamaan eksponensial persamaan eksponensial dan logaritma persamaan eksponen sederhana persamaan eksponen pdf persamaan eksponensial pdf persamaan eksponensial berbentuk persamaan eksponensial dan contoh soal persamaan eksponen af(x) = bg(x) persamaan eksponen matematika persamaan eksponensial matematika peminatan persamaan eksponensial persamaan eksponensial dan logaritma persamaan eksponen sederhana persamaan eksponen pdf persamaan eksponensial pdf persamaan eksponensial berbentuk persamaan eksponensial dan contoh soal persamaan eksponen af(x) = bg(x) persamaan eksponen matematika persamaan eksponensial matematika peminatan persamaan eksponensial persamaan eksponensial dan logaritma persamaan eksponen sederhana persamaan eksponen pdf persamaan eksponensial pdf persamaan eksponensial berbentuk persamaan eksponensial dan contoh soal persamaan eksponen af(x) = bg(x) persamaan eksponen matematika persamaan eksponensial matematika peminatan persamaan eksponensial persamaan eksponensial dan logaritma persamaan eksponen sederhana persamaan eksponen pdf persamaan eksponensial pdf persamaan eksponensial berbentuk persamaan eksponensial dan contoh soal persamaan eksponen af(x) = bg(x) persamaan eksponen matematika persamaan eksponensial matematika peminatan persamaan eksponensial persamaan eksponensial dan logaritma persamaan eksponen sederhana persamaan eksponen pdf persamaan eksponensial pdf persamaan eksponensial berbentuk persamaan eksponensial dan contoh soal persamaan eksponen af(x) = bg(x) persamaan eksponen matematika persamaan eksponensial matematika peminatan persamaan eksponensial persamaan eksponensial dan logaritma persamaan eksponen sederhana persamaan eksponen pdf persamaan eksponensial pdf persamaan eksponensial berbentuk persamaan eksponensial dan contoh soal persamaan eksponen af(x) = bg(x) persamaan eksponen matematika persamaan eksponensial matematika peminatan persamaan eksponensial persamaan eksponensial dan logaritma persamaan eksponen sederhana persamaan eksponen pdf persamaan eksponensial pdf persamaan eksponensial berbentuk persamaan eksponensial dan contoh soal persamaan eksponen af(x) = bg(x) persamaan eksponen matematika persamaan eksponensial matematika peminatan Cara Mudah Mengatasi Kulit Berminyak TEORI PERTUMBUHAN EKONOMI DEFINISI URF Irrigation Improvements Reduce Food Inequality Lucu Ikan Buntal Dalam Air OVERCOMING STRESS BY SHOUTING Tanda-tanda sperma Anda normal Ikan Buntal (Ikan Kembung)
Back To Top